Sabtu, 21 Mei 2016

FUNGSI UTAMA DAN PENDUKUNG YANG DIARAHKAN

     Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palangka Raya Tahun 2013-2018, maka Visi Pembangunan Daerah Kota Palangka Raya adalah “TERWUJUDNYA KOTA PALANGKA RAYA SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN, JASA DAN WISATA BERKUALITAS, TERTATA DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN. MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA SESUAI FALSAFAH BUDAYA BETANG”.  Visi tersebut mengandung makna bahwa dalam 5 (lima) tahun mendatang diharapkan: 
  • Terwujudnya Kota Palangka Raya sebagai kota pendidikan yang berkualitas dengan orientasi nasional dan global, sumber daya manusia yang berilmu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Terwujudnya pemerintah Kota Palangka Raya sebagai pelayanan jasa terhadap masyarakat.
  • Terwujudnya Kota Palangka Raya sebagai kota wisata yang terencana, tertata, berwawasan dan ramah lingkungan.
  • Terwujudnya pemerintah yang baik dan bersih dengan kedisiplinan tinggi, sikap professional, berwibawa dan bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
  • Terwujudnya masyarakat yang memiliki kesadaran politik, hukum, tertib, dan demokratis.
     Kota Palangka Raya sebagai pusat pendidikan yang dituju adalah pusat pendidikan tinggi bagi memenuhi kebutuhan dan pelayanan pendidikan skala regional dan nasional, sedangkan pusat penelitian ditujukan untuk penelitian lahan bergambut, serta hutan tropis di Kalimantan bagi kepentingan Nasional bahkan Internasional. Mengacu kepada pedoman penyusunan RTRW Kota (Peraturan Menteri PU No. 17 Tahun 2009), Pusat kegiatan di wilayah kota merupakan simpul pelayanan sosial, ekonomi, budaya, dan atau administrasi masyarakat di wilayah kota, terdiri dari: 1) Sistem pusat-pusat permukiman; 2) pola persebaran penduduk; dan 3) struktur pelayanan kegiatan kota. Sistem pusat pelayanan di Kota Palangka Raya, berdasarkan kondisi perkembangan pembangunan yang cenderung terjadi secara alamiah, mengikuti perkembangan pembangunan jaringan jalan, lahan kering yang bebas bencana banjir dan  pemusatan kegiatan sosial-ekonomi kota. Kecenderungan pola pemusatan kegiatan tersebut di terjemahkan kedalam perencanaan tata ruang, yaitu sebagai berikut:

Tabel Pusat-Pusat Pelayanan di Wilayah Kota Palangkaraya

     Berikut ini penjelasan rinci tentang Wilayah Pengembangan, fungsi, dan peran,serta arah pengembangan untuk setiap Pusat Kegiatan Lingkungan dan dilengkapi dengan peta struktur ruang Kota Palangkaraya.

Tabel Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) di Dalam Wilayah Kota Palangka Raya  
No.
WP PPK
Desa/Kelurahan
Fungsi dan Peran PPK
1
PPK
Pahandut
Kawasan Permukinan Pusat Kota Menengah Palangka Raya, yang berfungsi sebagai pusat perdagangan regional, pendidikan, jasa dan industri kecil, serta kawasan pusat administrasi pemerintahan provinsi.
2
Sub PPK 1
Kelampangan
Kawasan penyangga yang dibatasi oleh sungai Sebangau dan areal Hutan Pendidikan dan penelitian (HPP pada kawasan Taman Nasional Sabangau) yang berfungsi sebagai kawasan permukiman berwawasan lingkungan, terbatas bagi desadesa yang berdekatan dengan Pahandut (kota lama). Fungsi yang dikembangkan lebih ke arah kawasan kota baru, atau kawasan permukiman baru pendukung perluasan kota lama, dan pengembangan kawasan industri.
3
Sub PPK 2
Kereng Bangkirai
Kawasan penyangga dan baru bagi pengembangan kawasan terbangun ke arah selatan hingga ke kawasan pelabuhan sungai Kereng Bangkirai sebagai revitalisasi pelabuhan rakyat bagi dukungan pengembangan wisata alam HPP dan dukungan terselenggaranya rencana pengembangan industri serta permukiman kota.
4
Sub PPK 3
Tangkiling,  IKK Kecamatan Bukit Batu
Pusat permukiman Ibukota Kecamatan (IKK) Bukit Batu, tumbuh dan  berkembang  ke arah   kawasan permukiman  yang dipengaruhi jalur jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan antara JLK poros Selatan dengan Utara, serta perkembangan fungsi kegiatan budidaya perikanan keramba di tepian dan atau sempadan sungai Kahayan dengan model pengembangan adaptive planning.
5
Sub PPK 4
Petuk Bukit
Kawasan Pusat Permukiman perdesaan yang berkembang secara linier pada kodridor hulu sungai Kahayan. Kawasan ini dikatagorikan sebagai bagian dari Hulu DAS Kahayan yang tumbuh oleh kegiatan pertanian (eco-farming), perikanan air tawar dan kehutanan (social-forestry), serta pengaruh sungai Kahayan cukup besar terhadap kehidupan ekonominya (preservasi lingkungan dan adaptive planning).
6
Sub PPK 5
Mungku Baru
Kawasan yang berkembang ke arah fungsi kawasan pusat Permukiman IKK Rakumpit, dengan kegiatan pertanian non-ekstensif, perkebunan, perikanan air tawar, dan kegiatan pertambangan (pasir sirkon).
Sumber: Analisa Team Pelaksana P3RK Palangka Raya, 2010







GAMBARAN KONSTELASI WILAYAH

     Rencana struktur tata ruang kawasan Kota Palangka Raya pada dasarnya berfungsi sebagai matra ruang dari bagian kawasan di Propinsi Kalimantan Tengah yang rneliputi pola dasar pembangunan. Dalam kaitan ini bahwa titik berat pembangunan adalah pembangunan ekonomi dengan "leading sector " pemerintahan dan pertahanan ,yang dapat berperan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan seimbang dengan sektor pengangkutan dan komunikasi secara dinamis.
      Secara ekstemal pengembangan tata ruang Kota Palangka Raya tidak dapat dilepaskan dari kedudukan atau peranan dalam lingkup antar wilayah, baik dalam wilayah Propinsi Kalimantan Tengah, dan propinsi lainnya. Dasar pertimbangan secara makro adalah sebagai berikut :
  • Karakteristik fisik geografis Kota Palangka Raya yang memiliki lokasi di tengah Propinsi Kalimantan dan hubungan tradisional yang kuat dengan Propinsi Kalimantan Selatan (Banjarmasin).
  • Keterkaitan ekonomi antar wilayah Kota Palangka Raya dengan Kota Banjarmasin, yang tercermin dari pola aliran barang dan manusia.
  • Keterkaitan spasial antara kota utama dengan rvilayah lainnya yang lebih bergantung pada perhubungan sungai Kota Palangka Raya, Pulang Pisau,Kuala Kapuas, dan Kota Banjarmasin. 
  • Adanya pelabuhan sungai yang menerima aliran barang dari pintu masuk di Kota Sampit dengan masuknya kapal barang.
     Mengacu pada karakteristik Kota Palangka Raya sebagai daerah ibukota bagi propinsi Kalimantan Tengah maka konteks pengembangan antar wilayah adalah sebagai berikut:

  • Memantapkan Kota Palangka Raya sebagai pusat pelayanan regional agar pengembangan fungsinya terkait dengan sistem kota-kota di Propinsi Kalimantan Tengah. Salah satu ftingsi penting pusat regional adalah sebagai pusat koleksi dan distribusi dalam wilayahnya serta dengan wilayah luar. Untuk dapat mendukung tujuan pengembangan wilayah maka juga perlu didukung oleh pengembangan kota-kota kecil di sekitarnya sebagai pusat sub regional dan lokal.
  • Meningkatkan aksesibilitas kota-kota pusat pertumbuhan dan dalam lingkup inter regional melalui pengembangan sistem transportasi darat, sungai dan udara secara terpadu.
     Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015-2035, Rencana Pengembangan Sistem Perkotaan Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) huruf a meliputi:

  • PKN Palangka Raya di Kota Palangka Raya;
  • PKW meliputi Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Pangkalan Bun di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kuala Kapuas di Kabupaten Kapuas, Muara Teweh di Kabupaten Barito Utara, Buntok di Kabupaten Barito Selatan; dan
  • PKL meliputi Tamiyang Layang di Kabupaten Barito Timur, Pulang Pisau di Kabupaten Pulang Pisau, Kasongan di Kabupaten Katingan, Kuala Kurun di Kabupaten Gunung Mas, Puruk Cahu di Kabupaten Murung Raya, Sukamara di Kabupaten Sukamara, Nanga Bulik di Kabupaten Lamandau, dan Kuala Pembuang di Kabupaten Seruyan.

Selasa, 29 Maret 2016

KONDISI FISIK DASAR

A. Topografi

Keadaan topografis Kota Palangka Raya dapat dibedakan dalam 2 (dua) tipe yaitu daerah dataran dan daerah berbukit. Daerah berbukit pada umumnya terdapat di bagian utara Wilayah Kota Palangka Raya dengan ketinggian mencapai > 75 m dari permukaan laut, dengan titik tertinggi terdapat di daerah Bukit Tangkiling. Untuk lebih jelasnya ketinggian Kota Palangka Raya di atas Permukaan Laut dapat dilihat pada Tabel berikut ini :

B. Kemiringan Lereng

Wilayah Kota Palangka Raya bentukan bentang alam atau morfologi yang memiliki kondisi datar hingga landai dan tidak dijumpai perbukitan tajam melainkan perbukitan halus (tanpa ada perbukitan curam) dengan Tingkat kemiringan lahan di daerah berbukit kurang dari 40%. Sedangkan daerah dataran terdapat di bagian selatan Wilayah Kota Palangka Raya yang terdiri dari dataran rendah dan rawa, dengan ketinggian kurang dari 40 m dari permukaan laut dengan kemiringan 0 – 8%.

D. Geologi

Untuk kondisi geologi permukaan, yaitu kondisi geologi yang terkait dengan kondisi geologi tanah atau batuan yang ada di bagian permukaan serta sebarannya, baik lateral maupun vertical hingga kedalaman batuan dasar dan sifat-sifat keteknikan tanah/batu. Struktur geologi umum pada wilayah Kota Palangka Raya, terdiri dari: batuan terbentuk dari endapan permukaan (Qa) batuan sedimen (TQd), dan batuan Plutonik (Kgr). Tabel berikut ini menjelaskan rincian masing-masing batuan tersebut.  
C. Hidrologi

  • Air Permukaan

Air permukaan yang ada di wilayah Kota Palangka Raya sebagian besar merupakan air permukaan dari sungai. Sungai yang melintasi wilayah Kota Palangka Raya, yaitu Rungan/Kahayan dan sungai Sabangau, serta sungai-sungai kecil yang masih dalam cakupan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan. Seluruh wilayah Kota Palangka Raya adalah wilayah yang posisinya berada pada DAS Kahayan. Hingga saat sekarang pemanfaatan air baku bagi kepentingan kebutuhan air bersih/air minum seluruhnya di pasok dari air permukaan atau air sungai, terutama sungai Kahayan.

  • Air Tanah
Cakupan air tanah terdiri dari air tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah dangkal adalah air tanah yang umumnya digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih berupa sumur timba atau sumur pompa, baik pompa tangan maupun pompa tenaga listrik. Secara umum rata-rata kedalaman sumur yang tersebar di sebagian masyarakat Kota Palangka Raya, terutama di daerah terbangun PPK dan Sub PPK, yaitu rata-rata minimal pada kedalaman sumur 2 meter dan maksimum 5 meter sudah di peroleh air sumur  pada masa musim penghujan. Dan pada masa musim penghujan rata-rata pada kedalaman sumur minimal 5 m hingga maksimal 7 meter dapat diperoleh air sumur.


E. Jenis Dan Struktur Tanah

Jenis tanah yang ada di wilayah Kota Palangka Raya juga mengikuti pola kondisi topografinya. Di bagian selatan, jenis tanah yang dominan adalah tanah Gambut dan tanah Aluvial, terutama pada bagian selatan Kota Palangka Raya dengan kondisi drainase yang kurang bagus. Sedangkan jenis tanah yang ada di sebelah utara wilayah Kota Palangka Raya didominasi oleh tanah podsolik merah kuning, podsol dan alluvial. Pada daerah-daerah pinggir sungai umumnya didominasi oleh tanah aluvial yang berasal dari endapan sungai. Di wilayah Kota Palangka Raya terdapat tiga sungai/anak sungai besar, yaitu Sungai Kahayan, Sungai Rungan dan Sungai Sabangau. Untuk persebaran dan luasan jenis tanah setiap wilayah kecamatan, dapat dilihat pada pada tabel berikut ini.


PETA DELINIASI DAN DESKRIPSI BATASAN WILAYAH

     Kota Palangka Raya secara resmi ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 17 Juli 1957, dengan kondisi fisik kota yang belum ada, hanya berupa kampung yaitu Kampung Pahandut, yang terletak di tepi Sungai Kahayan. Secara geografis, Kota Palangka Raya terletak pada : 113⁰30⁰ – 114⁰07⁰ Bujur Timur dan     1⁰35' – 2⁰24⁰ Lintang Selatan. Wilayah administrasi Kota Palangka Raya terdiri atas 5 (lima) wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut, Sabangau, Jekan Raya, Bukit Batu dan Rakumpit yang terdiri dari 30 Kelurahan dengan batas-batas sebagai berikut :
  • Sebelah Utara: Kabupaten Gunung Mas           
  • Sebelah Timur: Kabupaten Gunung Mas       
  • Sebelah Selatan: Kabupaten Pulang Pisau           
  • Sebelah Barat: Kabupaten Katingan  
Kota Palangka Raya mempunyai luas wilayah 2.678,51 Km2 (267.851 Ha) dibagi ke dalam 5 (lima) Kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut, Sabangau, Jekan Raya, Bukit Batu dan Rakumpit dengan luas masing-masing 117,25 Km2, 583,50 Km2, 352,62 Km2, 572 Km2 dan 1.053,14 Km2